FA.

Tulisan

NEXA-Sphere: konsep AI-SaaS untuk inventaris F&B multi-outlet dan perjalanan menuju Top 4 ICBC 2026

Oleh Muhamad Fauzan Al Farikhi4 menit baca

Bagaimana NEXA-Sphere mengubah data point-of-sale jadi rekomendasi pembelian F&B, apa yang sudah diprototipekan, belum divalidasi, dan Top 4 ICBC 2026.

Masalahnya

Bisnis F&B multi-outlet dengan 2–10 cabang berada di posisi serba nanggung. Terlalu kecil untuk ERP enterprise, tetapi terlalu kompleks untuk pembelian yang mengandalkan insting. Hasilnya sudah umum: overstock, stockout, dan food waste.

Idenya

NEXA-Sphere adalah konsep AI-SaaS B2B yang mengubah data historis point-of-sale menjadi rekomendasi pembelian. Konsep ini dibangun di atas tiga pilar yang diusulkan:

  • AI demand forecasting (penjualan harian dan mingguan per item menu)
  • Rekomendasi pengadaan dengan kontrol setujui-atau-ubah oleh pemilik
  • Dashboard terpusat lintas outlet, di mobile dan desktop

Pemilik tetap memegang kendali: rekomendasi bisa disetujui atau diubah, bukan dipesan otomatis.

Pendekatan teknis yang diusulkan

Proposal menyebut time-series forecasting (ARIMA, Prophet) dan gradient boosting (XGBoost, LightGBM) sebagai pendekatan pemodelan, dengan deployment cloud di AWS atau GCP yang direncanakan. Semua ini masih usulan, bukan sistem jadi.

Apa yang sudah diprototipekan

Proposal menyertakan prototipe antarmuka dengan data simulasi: POS Terminal dengan tampilan AI Engine analytics, Floor Plan Manager dan dashboard admin, serta tab navigasi Kitchen Display, Table Map, Data Science HQ, Inventory, Live Chat, dan Public Web. Satu build bersama mitra desain, Dimsum Manager dengan Dimsum Mentai Kemayoran, sudah menjalankan login berbasis peran (Owner, Admin, Kasir) dan sekitar 80% selesai saat proposal dibuat.

Apa yang belum tervalidasi

  • Akurasi forecast (kalibrasi direncanakan pada 4–6 minggu pertama klien)
  • Pengurangan food waste yang terukur
  • Ukuran pasar, harga, dan proyeksi pendapatan (hanya indikatif)

Menyatakan ini dengan jelas itu penting. Sebuah konsep hanya sekredibel daftar pertanyaan terbukanya.

Di panggung ICBC 2026

Proposal dipresentasikan pada 25 April 2026 di International Canvas Business Competition, diselenggarakan Universitas Dian Nuswantoro, dengan tema “Digital Business Ecosystem for Global Market Expansion.” Saya presentasi sebagai ketua tim NEXA Tech Labs dan tim menutup kompetisi di Top 4 (Juara Harapan 1). Hasilnya tercatat oleh Kemahasiswaan Universitas Gunadarma dalam pengumuman resmi. Selengkapnya di halaman ICBC 2026.

Peran saya

Team Lead dan AI/ML Engineer: arah arsitektur teknologi, pengembangan model prediktif (demand forecasting), dan manajemen risiko algoritma. Lihat halaman project NEXA-Sphere.